Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net
Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan

26 Mei 2013

Malam Pertama Bersama Sang Kekasih

Satu hal sebagai bahan renungan kita. Untuk merenungkan indahnya malam pertama. Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata. Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa.

Justru malam pertama "perkawinan" kita dengan sang maut. Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara.

Hari itu, mempelai sangat dimanjakam. Mandipun harus dimandikan. Seluruh badan kita terbuka, tak ada sehelai benangpun menutupinya. Tak ada sedikitpun rasa malu. Seluruh badan digosok dan dibersihkan. Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan. Bahkan lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih. Itulah sosok kita. Itulah jasad kita waktu itu.

Setelah dimandikan, kitapun akan dipakaian gaun cantik berwarna putih. Kain itu, jarang orang memakainya.

Karena bermerk sangat terkenal bernama kafan. Wewangian ditaburkan ke baju kita. Bagian kepala, badan dan kaki diikatkan.

Tataplah! Tataplah! Itulah wajah kita.

Keranda pelaminan langsung disiapkan. Pengantin bersanding sendirian.

Mempelai diarak keliling kampung bertandukan tetangga. Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita.

Diiringi langkah gontai seluruh keluarga. Serta rasa haru para handai taulan.

Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus.

Akad nikahnya bacaan talkin. Berwalikan liang lahat.

Saksi-saksinya nisan-nisan yang telah tiba duluan. Siraman air mawar pengantar akhir kerinduan.

Dan akhirnya, tiba masa pengantin. Menunggu dan ditinggal sendirian. Untuk mempertanggung jawabkan seluruh langkah kehidupan. Malam pertama bersama "kekasih" ditemami rayap-rayap dan cacing tanah. Di kamar bertilamkan tanah.

Dan ketika 7 langkah telah pergi, kitapun akan ditanyai oleh sang Malaikat.

Kita tak tahu apakah akan memperoleh nikmat kubur ataukah kita akan memperoleh siksa kubur?

Kita tak tahu. Dan tak seorangpun yang tahu.

Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan. Padahal nikmat atau siksa yang akan kita terima. Kita sungkan sekali meneteskan air mata, seolah barang berharga yang sangat mahal.

Dan Dia, kekasih itu. Menetapkanmu ke surga atau melemparkan dirinu ke neraka Jahannam-Nya.

Tentunya kita berharap menjadi ahli surga. Tapi, sudah pantaskah sikap kita selama ini untuk disebut sebagai ahli surga?

20 Mei 2013

Tukang Sapu Masjid



JANGAN pernah merasa keci hati atau kecewa meskipun tidak mendapat keberuntungan (materi) dalam hidup di dunia. Ketidakberuntungan itu akan diganti dengan keberuntungan lain yang lebih menenteramkan dan berdimensi masa depan yang hakiki. Tak apalah saat ini kita tidak berkecukupan materi, tapi dalam kehidupan kelak yang lebih abadi, kita harus merebut kebahagiaan yang sesungguhnya. Tapi alangkah indahnya, kalau kita bisa meraih keduanya, kecukupan di dunia dan di akhirat seperti doa sapu jagat yang selalu kita ucapkan. Rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzabannar.

Suatu saat Rasulullah shallahu alaihi wa sallam dibuat kaget ketika datang ke masjid, karena tidak menjumpai seorang jamaah yang tidak pernah absen salat lima waktu berjamaah. Dia adalah seorang perempuan berkulit gelap yang tentu saja tidak rupawan, tapi dia selalu datang ke masjid pada waktu salat. Bukan itu saja, perempuan keling ini memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masjid. Setiap datang dia selalu membersihkan bagian-bagian masjid yang dianggap kotor. Menyapu masjid adalah aktivitas yang tidak pernah ditinggalkan, selain tentu saja salat jamaah lima waktu.

Rasulullah hafal betul dengan keberadaan perempuan ini sehingga ketika dia tidak kelihatan beliau menanyakannya. Kali ini beliau bertanya karena perempuan itu sudah beberapa hari tidak kelihatan di masjid. Ketika hal itu ditanyakan kepada para sahabat, mereka mengatakan mengapa menanyakan perempuan yang dianggap tidak penting itu. Mereka mengatakan, perempuan itu sudah meninggal dunia beberapa hari yang lalu.

Mendengar kabar itu, Kanjeng Nabi merasa kaget dan sedikit marah, mengapa kabar itu tidak disampaikan kepada beliau. Para sahabat itu mengatakan, apa pentingnya menyampaikan kabar kematian seorang perempuan biasa kepada Rasulullah. Perempuan itu dianggap tidak penting dalam komunitas mereka, mungkin karena datang dari suku yang berbeda dan kedudukan yang rendah. Kulitnya kelam dan bukan dari golongan elit. Maka ketika dia meninggal dunia, para sahabat menganggap Rasulullah tidak perlu diberi tahu, karena memang dia bukan orang penting, bukan golongan elit Arab.

Mendengar penjelasan itu Rasulullah minta diantar ke kuburan perempuan tersebut. Di makam perempuan tersebut Rasulullah salat dan mendoakan perempuan tersebut. Dalam sebuah riwayat disebutkan perempuan tersebut masuk surga karena doa Rasulullah. Meski di dunia perempuan itu orang biasa, bahkan saking biasanya sampai tidak orang yang peduli padanya. Tapi Rasulullah punya pandangan lain, dengan statusnya yang biasa itulah yang membuat perempuan itu luar biasa. Dia selalu datang ke masjid untuk salat wajib berjamaah. Waktunya banyak digunakan untuk membersihkan rumah Allah itu.

Rasulullah ingin memberi pelajaran bahwa kasta atau derajad di dunia sama sekali bukan jaminan akan mendapat kedudukan yang sama di akhirat. Orang miskin ahli ibadah dan memiliki kegemaran menjaga dan membersihkan rumah Allah dia akan dimasukkan ke surganya Allah. Doa Rasulullah menjadi jaminan, karena doanya maqbul, pasti dikabulkan oleh Allah. Betapa beruntungnya perempuan itu, meskipun saat di dunia dia bisa jadi tidak dianggap bahkan diremehkan orang lain.

Ketika usai hisab, Rasulullah berdiri di dekat pintu surga, beliau melihat orang berbondong-bondong masuk ke surga. Hal itu ditanyakan kepada malaikat, siapakah mereka. Dijawab, mereka adalah orang-orang fuqara, orang miskin ahli ibadah yang tidak butuh waktu lama untuk menghisab, karena hartanya tidak ada. Ini berbeda dengan orang kaya yang masih harus menunggu waktu yang lama kaya yang butuh waktu sangat lama untuk menghisab hartanya.  Tentu butuh waktu yang sangat lama untuk menghitung harta Carlos Slim, orang terkaya di dunia yang hartanya mencapai Rp 649,7 triliun, atau bos Microsoft Bill Gates yang punya Rp 491,7 triliun. Tapi Abdurrahman bin Auf, miliarder pada masa Rasulullah masuk surga bersama-sama Rasulullah. (***)

Another Templates

-::DESCRIPTION
-::DATE
 

Copyright © 2013 Ormas Pemuda Islam