Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net
Tampilkan postingan dengan label Artikel Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Islami. Tampilkan semua postingan

3 Agustus 2013

Sholat Kafarat


SHOLAT KAFARAT

* Shalat kafarah Bersabda Rasulullah SAW: " Barangsiapa selama hidupnya pernah meninggalkan sholat tetapi tak dapat menghitung jumlahnya, maka sholatlah qobliyah Ashar di hari Jum’at terakhirRamadhan (riwayat lain setiap akhir bulan) sebanyak 4 rakaat dengan 1x tasyahud (tasyahud akhir saja), tiap rakaat membaca 1 kali Fatihah kemudian surat Al-Qadar 15 X dan surat Al-Kautsar 15 X . 


Inilah Niat sholatnya :
 أُصَلِّي سُنَّةَ اْلعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ كَفَارَةً لِمَا فَاتَنِيْ مِنَ الصَّلاَةِ ِللهِ تَعَالَى
“Nawaitu Usholli arba'a raka'atin kafaratan limaa faatanii minash-shalati lillaahi ta'alaa”
 “Aku niat shalat sunah Ashar 4 rakaat sebagai kafaroh shalat yg telah terluput lillahi Taa Alla”

Setelah selesai Sholat membaca Istigfar 10 x :

 أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعِظِيْمِ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَ أتُبُوْا إِلَيْكَ 
Kemudian baca sholawat 100 x :
 اللَّهُمَّ صَلِّّ عَلَى سَيِّدِنَا محمّد

Keuadian menbaca basmalah, hamdalah dan syahadat


Kemudian membaca Doa kafaroh 3 x:  

 اَللَّهُمَّ يَا مَنْ لاَ تَنْفَعُكَ طَاعَتِيْ وَلاَ تَضُرُّكَ مَعْصِيَتِيْ تَقَبَّلْ مِنِّيْ مَا لاَ تَنْفَعُكَ وَاغْفِرْ لِيْ مَا وَلاَ تَضُرُّكَ يَا مَنْ إِذَا وَعَدَ وَفَا وَ إِذَا تَوَعِدُ تَجَاوَزَ وَعَفَا اِغْفِرْ لِيْ لِعَبْدٍ ظَلَمَ نَفْسَهُ وَأَسْأَلُكَ  اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ بَطْرِ اْلغِنَى وَجَهْدِ اْلفَقْرِ إِلَهِيْ خَلَقْتَنِيْ وَلَمْ أَكُنْ شَيْئًاً وَرَزَقْتَنِيْ وَلَمْ اَكُنْ  شَيْئاً وَارْتَكَبْتُ اْلمَعَاصِيْ فَإِنِّيْ مُقِرٌّ لَكَ بِذُنُوبِيْ فَإِنْ عَفََوْتَ عَنِّيْ فَلاَ يَنْقُصُ مِنْ مُلْكِكَ شَيْئاً  وَإِنْ عَذَبْتَنِيْ فَلاَ يَزِدُ فِيْ سُلْطَاِنكَ شيئاً اَللَّهُمَّ إِنَّكَ تَجِدُ مَنْ تُعَذِّبُهُ غَيْرِي لَكِنِّيْ لاَ أَجِدُ مَنْ يَرْحَمْنِيْ سِوَاكَ فَاغْفِرْ لِيْ مَا بَيْنِيْ وَبَيْنَكَ وَمَا بَيْنَ خَلْقِكَ اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَيَا رَجَاءَ  السّائِلِيْنَ وَيَا أَمَانَ اْلخَائِفِيْنَ إِرْحَمْنِيْ  بِِرَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةَ أَنْتَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَاَلمِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ ِللْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَتَابِعِ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ ربّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَ أَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ وصل الله على سيّدنا محمّد وعلى ألِهِ وصحبه وسلّم تسليمًا كثيرًا والحمد لله ربّ العالمين. أمين

Allahumma yaa man laa tan-fa'uka tha'atii wa laa tadhurruka ma'shiyatii taqabbal minnii ma laa yanfa'uka waghfirlii ma laa yadhurruka ya man idzaa wa 'ada wa fii wa idzaa tawa'ada tajaa wa za wa'afaa ighfirli'abdin zhaalama nafsahu wa as'aluka. Allahumma innii a'udzubika min bathril ghinaa wa jahdil faqri ilaahii khalaqtanii wa lam aku syai'an wa razaqtanii wa lam aku syaii'in wartakabtu al-ma'ashii fa-innii muqirun laka bi-dzunuubii. Fa in 'afawta 'annii fala yanqushu min mulkika syai'an wa-in adzdzaabtanii falaa yaziidu fii sulthaanika syay-'an. Ilaahii anta tajidu man tu'adzdzi buhu ghayrii wa-anaa laa ajidu man yarhamanii ghaiyraka aghfirlii maa baynii wa baynaka waghfirlii ma baynii wa bayna khlaqika yaa arhamar rahiimiin wa yaa raja'a sa'iliin wa yaa amaanal khaifiina irhamnii birahmatikaal waasi'aati anta arhamur rahimiin yaa rabbal 'aalaamiin. Allahummaghfir lil mukminiina wal mukminaat wal musliimina wal muslimaat wa tabi' baynana wa baynahum bil khaiyrati rabbighfir warham wa anta khairur-rahimiin wa shallallaahu 'alaa sayidina Muhammadin wa 'alaa alihii wa shahbihi wasallama tasliiman katsiiran amiin. (3 kali)

Artinya; Yaa Allah, yang mana segala ketaatanku tiada artinya bagiMu dan segala perbuatan maksiatku tiada merugikanMu. Terimalah diriku yang tiada artinya bagiMu. Dan ampunilah aku yang mana ampunanMu itu tidak merugikan bagiMu. Ya Allah, bila Engkau berjanji pasti Engkau tepati janjiMu. Dan apabila Engkau mengancam, maka Engkau mau mengampuni ancamanMu. Ampunilah hambaMu ini yang telah menyesatkan diriku sendiri, aku telah Engkau beri kekayaan dan aku mengumpat di saat aku Engkau beri miskin. Wahai Tuhanku Engkau ciptakan aku dan aku tak berarti apapun. Dan Engkau beri aku rizki sekalipun aku tak berarti apa-apa, dan aku lakukan perbuatan semua ma'siat dan aku mengaku padaMu dengan segala dosa-dosaku. Apabila Engkau mengampuniku tidak mengurangi keagunganMu sedikitpun, dan bila Kau siksa aku maka tidak akan menambah kekuasaanMu, wahai Tuhanku, bukankah masih banyak orang yang akan Kau siksa selain aku. Namun bagiku hanyaEnakau yang dapat mengampuniku. Ampunilah dosa-dosaku kepadaMu. Dan ampunilah segala kesalahanku di antara aku dengan hamba-hambaMu. Ya Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih dan tempat pengaduan semua pemohon dan tempat berlindung bagi orang yang takut. Kasihanilah aku dengan pengampunanMu yang luas. Engkau yang Maha Pengasih dan Penyayang dan Engkaulah yang memelihara seluruh alam yang ada. Ampunilah segala dosa-dosa orang mu'min dan mu'minat, muslimin dan muslimat dan satukanlah aku dengan mereka dalam kebaikan. Wahai Tuhanku ampunilah dan kasihilah. Sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Washollallahu 'Ala sayyidina Muhammadin wa'ala alihi wasohbihi wasalim tasliiman kasiira. Amin.


Fadilahnya :
Sayidina Abu Bakar ra. berkata " Saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sholat tersebut sebagai kafaroh (pengganti) sholat 400 tahun dan menurut Sayidina Ali ra. sholat tersebut sebagai kafaroh 1000 tahun. Maka bertanyalah sahabat : umur manusia itu hanya 60 tahun atau 100 tahun, lalu untuk siapa kelebihannya ?". Rasulullah SAW menjawab, " untuk kedua orang tuanya, untuk istrinya, untuk anaknya dan untuk sanak familinya serta orang-orang yang didekatnya/ lingkungannya.

Catatan:
Diambil dari kitab "Majmu'atul Mubarakah", susunan Syekh Muhammad Shodiq Al-Qahhawi. Yang diijazahkan oleh Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, Pekalongan. waktu pelaksanaan shalat ini dapat dilakukan antara waktu setelah Dhuha hingga sebelum Ashar, pada hari Jum'at terakhir di bulan suci Ramadhan.

Dalam riwayat Syaidatina Fatimah Az-zahrah  Ra. tiap dua rakaat masing - masing satu tasyahud dan  salam  dan membaca doa ini  :

 اللهم ياسابق الفوت وياسامع الصوت ويا محيي العظام بعد الموت اللهم صلي على محمد وال محمد واجعل لي من أمري فرجا ومخرجا مما انا فيه انك تقدر وأنا لاأقدر وانت تعلم وانا لاأعلم وأنت عليم الغيوب يا واهب العطايا وياغافر الخطايا ياسبوح ياقدوس يارب الملائكة والروح رب أغفر وارحم وتجاوز عما تعلم انك انت الاعز والاجل الاكرم وانت العلي الاعظم ياساتر العيوب ياذا الجلال والاكرام برحمتك ياارحم الراحمين

5 Juli 2013

Cara Menggapai Khusnul Khatimah




Setiap jiwa pasti mati. Kematian pasti datang, saat, dimana dan bagaimana kita mati tidak ada yang tahu. hanya Allah yang tahu. Kita semua berharap agar hari kematian kita dalam keadaan khusnul khotimah. Semoga Allah melimpahkan rahmatNya dan memberikan akhir hidup kita akhir yang baik. Para ulama menyampaikan khusnul khotimah itu harus diupayakan. Tanpa usaha Allah tidak akan memberi. Berikut beberapa cara agar tercapai khusnul khotimah seperti yang kita harapkan. Kita kuatkan dan kita sabarkan melaksanakan karena jalannya penuh terjal dan duri.
1. Ikhlas kepada Allah
Mari setiap kita melangkahkan kaki berbuat  kebaikan walupun kecil, kita ingat tujuan hanya mencari ridlo Allah. Kalau kita lupa/ tidak bertujuan mencapai ridlo Allah berartikita  termasuk golongan orang yang riya. Orang riya itu permainannya syetan dan diakhirat tidak akan menemui pahala dari amalnya. Orang riya itu bagaikan orang yang bekerja keras di Malasyia (TKW mungkin) dan hasilnya dikirim ke rumah tapi salah alamat. Betapa ruginya saat dia pulang ke indo menjumpai  kirimannya/simpanannya tidak sampai. Amal yang karena ingin dipuji pahalanya bukan disisi Allah karena salah alamat.
Orang yang sholat juga dituntut ikhlas. Tandanya ikhlas pada orang sholat adalah sholatnya tidak tergesa-gesa, tidak hanya mengerjakan yang wajib saja, tetapi juga yang sunnat2. Lihat sholat terawih kita! Sudahkah kita ikhlas karena Allah? Bagaimana tuma’ninahnya? bacaan sunnah2 dalam sholat dibaca atau tidak?
2. Berbuat baik dengan sesama manusia dan makhluk Allah
Kalau kita ingin khusnul khotimah, akhlak kita terhadap sesama manusia harus baik. Dosa terhadap sesama tidak diampuni Allah kalau sesama kita tidakmemaafkan kita. Sebagian besar orang tidak berbuat jelek tetapi hanya mengimbangi kejelekan orang. Derajat yang khusnul khotimah adalah yang mampu membalas kebaikan kepada orang yang bernuat kejelekan kepada kita.
Ada 4 cara agar kita bisa baik dengan orang :
- memaafkan orang lain jika orang lain berbiat salah kepada kita (apapun kesalahannya)
- Jangan takut/ragu2 untuk cepat minta maaf kalau kita salah.
- Jangan suka berharap pemberian orang lain.
- Jadilah orang yang suka memberi. Jangan bakhil (“medit”)
Dengan makhluk Allah yang lain kita harus mempunyai rasa kasih sayang. Termasuk dengan hewan dan tumbuhan. Janganlah menipu kucing dengan memanggil “cing-cing” dengan genggaman tangan yang kosong (tidak ada makanan yang diberikan). Pakailah pisau yang tajam untuk menyembelih. Jangan memotong tanaman tanpa ada sebab. Ingatlah semua itu makhluq Allah yang bisa “mendengar, melihat, dan merasakan”. Kita berbuat baik kepadanya dia akan membalas dengan kebaikan (doa-doanya).
3. Melanggengkan wudlu
Dengan melanggengkan wudlu, insya Allah akan membebaskan dari musibah dan meluaskan rezeki.
4. Memperbanyak dzikir.
Dzikir itu merupakan jalan terpendek mendekati Allah. tanda orang itu menjadi kekasih Allah adalah dzikir. Contoh dzikir adalah takbir, tahmid, tasbih, tahlil, dan asmaul husna. Denganmemperbanyak dzikir insyaAllah hati kita tenang dan mudah menerima hidayah/petunjuk dari Allah.

Sumber : ngaji jowo

6 Juni 2013

Naik dan Turun Ketika Peristiwa Isra' Mi'raj




Mereka masih saja bersikeras bahwa Allah Azza wa Jalla berada atau bertempat di atas ‘Arsy atau di atas langit. Mereka berkeyakinan bahwa Allah Azza wa Jalla berbatas atau dibatasi dengan ‘Arsy atau dengan langit.Mereka katakan dengan peristiwa Mi’raj membuktikan bahwa Rasulullah mi’raj ketempat Allah Azza wa Jalla berada dan mereka mempertanyakan kami, apakah kami mengingkari mi’raj Rasulullah dengan tubuhnya
Tentulah tubuh Sayyidina Muhammad Shallallahu alaihi wasallam sampai kepada tempat Beliau bermunajat kepada Allah ta’ala ketika peristiwa Mi’raj namun bukan berarti Allah Azza wa Jalla berada atau bertempat pada tempat Beliau bermunajat.

Begitupula memaknai hadits Rasulullah berikut
Rasulullah bersabda yang artinya, “Saat yang paling dekat antara seorang hamba dan Rabb-nya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa ketika itu.” (HR Muslim dari Abu Hurairah)
Janganlah dimaknai bahwa Allah Azza wa Jalla berada atau bertempat di tempat sujud kita
Jadi dalam kisah mi’raj yang kita dengar terdapat keterangan mengenai naik-turunnya Rasulullah, seorang muslim tidak boleh menyangka bahwa antara hamba dan Tuhannya terdapat jarak tertentu, karena hal itu termasuk perbuatan kufur. Na’udzu billah min dzalik.

Naik dan turun itu hanya dinisbahkan kepada hamba, bukan kepada Tuhan. Meskipun Nabi shallallahu alaihi wasallam pada malam Isra’ sampai pada jarak dua busur atau lebih pendek lagi dari itu, tetapi Beliau tidak melewati maqam ubudiyah (kedudukan sebagai seorang hamba).

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan Nabi Yunus bin Matta alaihissalam, ketika ditelan hiu dan dibawa ke samudera lepas ke dasar laut adalah sama hal ketiadaan jarak Allah ta’ala dengan ciptaan-Nya, ketiadaan arahNya, ketiadaan menempati ruang, ketidakterbatasannya dan ketidaktertangkapnya.
Menurut suatu pendapat ikan hiu itu membawa Nabi Yunus alaihissalam sejauh perjalanan enam ribu tahun. Hal ini disebutkan oleh al Baghawi dan yang lainnya.

Apabila kita telah mengetahui hal itu, maka yang dimaksud bahwa Nabi Shallallahu walaihi wasallam naik dan menempuh jarak sejauh ini adalah untuk menunjukkan kedudukan Beliau di hadapan penduduk langit dan Beliau adalah makhluk Allah yang paling utama.

Pengertian ini dikuatkan dengan dinaikkannya Beliau diatas Buraq oleh Allah ta’ala dan dijadikan sebagai penghulu para Nabi dan Malaikat, walaupun Allah Mahakuasa untuk mengangkat Beliau tanpa menggunakan buraq.
Ketahuilah bahwa bolak-baliknya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam antara Nabi Musa alaihissalam dengan Allah subhanahu wa ta’ala pada malam yang diberkahi itu tidak berarti adanya arah bagi Allah subhanahu wa ta’ala. Mahasuci Allah dari hal itu dengan sesuci-sucinya.

Ucapan Nabi Musa alaihissalam kepada Beliau, “Kembalilah kepada Tuhanmu,” artinya: “kembalilah ke tempat engkau bermunajat kepada Tuhanmu. Maka kembalinya Beliau adalah dari tempat Beliau berjumpa dengan Nabi Musa alaihissalam ke tempat Beliau bermunajat dan bermohon kepada Tuhannya.

Tempat memohon tidak berarti bahwa yang diminta ada di tempat itu atau menempati tempat itu karena Allah Subhanahu wa ta’ala suci dari arah dan tempat. Maka kembalinya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam kepadaNya adalah kembali Beliau meminta di tempat itu karena mulianya tempat itu dibandingkan dengan yang lain. Sebagaimana lembah Thursina adalah tempat permohonan Nabi Musa alaihissalam di bumi. Kita pun mengenal tempat yang mulia untuk bermunajat kepada Allah Azza wa Jalla seperti Makkah Al Mukarohmah, Masjid Nabawi, multazam, raudhoh, maqam Ibrahim, hijr Ismal, rukun Yamani, hajar aswad , dll

Walaupun Beliau pada malam ketika mi’rajkan sampai menempati suatu tempat di mana Beliau mendengar gerak qalam, tetapi Beliau shallallahu alaihi wasallam dan Nabi Yunus alaihissalam ketika ditelan oleh ikan dan dibawa keliling laut hingga samapai ke dasarnya adalah sama dalam kedekatan dengan Allah ta’ala, karena Allah Azza wa Jalla suci dari arah, suci dari tempat, dan suci dari menempati ruang.

Al Qurthubi di dalam kitab at-Tadzkirah, mengutip bahwa Al Qadhi Abu Bakar bin al-’Arabi al Maliki mengatakan, ‘Telah mengabarkan kepadaku banyak dari sahabat-sahabat kami dari Imam al-Haramain Abu al Ma’ali Abdul Malik bin Abdullah bin Yusuf al Juwaini bahwa ia ditanya, “Apakah Allah berada di suatu arah?” Ia menjawab, “Tidak, Dia Mahasuci dari hal itu”
Ia ditanya lagi, “Apa yang ditunjukkan oelh hadits ini?” Ia menjawab, “Sesungguhnya Yunus bin Matta alaihissalam menghempaskan dirinya kedalam lautan lalu ia ditelan oleh ikan dan menjadi berada di dasar laut dalam kegelapan yang tiga. Dan ia menyeru, “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau, Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim,” sebagaimana Allah ta’ala memberitakan tentang dia. Dan ketika Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam duduk di atas rak-rak yang hijau dan naik hingga sampai ke suatu tempat di mana Beliau dapat mendengar gerak Qalam dan bermunajat kepada Tuhannya lalu Tuhan mewahyukan apa yang Ia wahyukan kepadanya, tidaklah Beliau shallallahu alaihi wasallam lebih dekat kepada Allah dibandingkan Nabi Yunus alaihissalam yang berada dikegelapan lautan. Karena Allah Subhanahu wa t a’ala dekat dengan para hambaNya, Ia mendengar doa mereka, dan tak ada yang tersembunyi atasNya, keadaan mereka bagaimanapun mereka bertindak, tanpa ada jarak antara Dia dengan mereka.

Jadi, Ia mendengar dan melihat merangkaknya semut hitam di atas batu yang hitam pada malam yang gelap di bumi yang paling rendah sebagaimana Ia mendengar dan melihat tasbih para pengemban ‘Arsy di atas langit yang tujuh. Tidak ada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Ia mengetahui segala sesuatu dan dapat membilang segala sesuatu.

Kami (penulis) mengingatkan kembali bahwa Allah Azza wa Jalla adalah dekat, Dia ada sebagaimana sebelum diciptakan ‘Arsy, sebagaimana sebelum diciptakan langit, sebagaimana sebelum diciptakan ciptaanNya. Dia tidak berubah dan tidak berpindah. Dia sebagaimana awalnya dan sebagaimana akhirnya. Dia dekat tidak bersentuh dan jauh tidak berjarak. Tidak ada atas, bawah, kanan, kiri, depan, belakang bagiNya karena tidak ada satupun yang sanggup membatasiNya. Dia ada tanpa batas. Yang berubah maupun berpindah adalah ciptaanNya. Setiap yang berpindah mempunyai bentuk dan batas.
Oleh karenanya kita sebaiknya mengingat peringatan yang disampaikan oleh Rasulullah yang artinya, ” Berfikirlah tentang nikmat-nikmat Allah, dan jangan sekali-kali engkau berfikir tentang Dzat Allah”

Wassalam
Zon di Jonggol, Kab Bogor


Simak di: http://www.sarkub.com/2013/naik-dan-turun-ketika-peristiwa-isra-miraj/#ixzz2VJ5rqdqv
Salam Aswaja by Tim Menyan United 

28 Mei 2013




Seperti kita telah ketahui bersama, ummat Islam terbesar di dunia setiap tanggal 27 Rajab  memperingati Isra' wal mi'raj. Inti dari peristiwa Isra' mi'raj adalah Rasulullah SAW mendapatkan perintah shalat lima waktu..
Allah SWT berfirman : Sesungguhnya shalat itu atas orang-orang mu'minin sebagai kewajiban yang berwaktu. Hai orang-orang yang beriman, janganlah dilalaikan oleh kesibukan terhadap harta dan anak-anakmu untuk mengerjakan dzikrullah (shalat), dan siapa yang berbuat begitu maka merekalah yang rugi.

Ibn  Umar r.a. berkata ;  Rasulullah s.a.w. bersabda : "Pertama yang diwajibkan atas ummatku shalat lima waktu, dan pertama yang terangkat dari amal mereka shalat lima waktu, dan pertama yang akan ditanya dari amal mereka shalat lima waktu, maka siapa yang mengurangi sedikit daripadanya,

maka Allah ta'ala berkata kepada Malaikat :"Lihatlah apakah kamu dapatkan pada hamba-Ku itu shalat sunnat untuk mencukupi kekurangan-kekurangannya dalam fardhu, dan perhatikan puasa hamba-Ku pada bulan Ramadhan, bila kamu dapatkan ia mengurangi maka lihatlah apakah hamba-Ku telah mengerjakan puasa sunnat yang dapat kamu tambahkan yang kurang-kurang dari puasa Ramadhan, kemudian lihatlah zakat hamba-Ku, maka jika ada kekurangan, maka apakah ada padanya sedekah sunnat yang dapat ditambahkan pada zakat .yang wajib itu, maka semua yang fardhu-fardhu itu diperhitungkan sedemikian, dan itu semata-mata rahmat dan karunia Allah, dan jika masih ada kelebihan dalam amal kebaikannya diletakkan dalam timbangan amalnya, dan dipersilakan masuk surga. Dan bila tidak sesuatu dari itu, maka diperintahkan kepada Malaikat Zabaniyah : Tangkaplah ia dengan tangan dan kakinya kemudian dilemparkannya kedalam neraka"  (H.R. Alhakim)

Jabir r.a. berkata : Nabi s.a.w. bersabda :  Perumpamaan shalat lima waktu itu bagaikan sungai yang lebar mengalir dimuka pintu salah satu kamu, lalu ia mandi daripadanya tiap hari lima kali. Apakah yang demikian itu masih ada ketinggalan kotorannya. (H.R. Muslim).

Abu Dzar r.a. berkata : Nabi s.a.w. keluar dimusim dingin, sedang daun pohon banyak rontok, maka ia mengambil dua dahan, sedang daunnya rontok maka bersabda : Hai Abu D-zar. Jawabku : Labbaika ya Rasulallah. Lalu bersabda : Seorang hamba muslim jika shalat dengan ikhlas karena Allah maka rontok dosa-dosanya sebagaimana rontok daun dari dahan pohon ini. (H.R. Ahmad).

Ibn Umar r.a. berkata : Sesungguhnya seorang hamba bila ia berdiri shalat maka diletakkan semua dosa-dosanya diatas kepala dan kedua bahunya, maka tiap-tiap ruku' atau sujud rontok (berjatuhan) dosa-dosanya itu. (H.R. Atthabarani, Albaihaqi).

Usman r.a. berkata : Nabi s.a.w. bersabda : Tiada seorang muslim yang tiba padanya waktu shalat fardhu lalu ia menyempurnakan wudhu' dan khusyu' serta ruku', sujudnya melainkan shalat itu menjadi penebus dosanya yang telah lalu, selama ia tidak berbuat dosa besar, dan yang demikian itu sepanjang masa. (H.R. Muslim).

Anas r.a. berkata : Tiada dua Malaikat yang mencatat amal itu, menghadap pada Allah membawa shalat seorang dua kali sembahyang, melainkan Allah berkata pada kedua Malaikat itu ; Aku persaksikan pada kamu berdua bahwa Aku telah mengampunkan pada hambaKu dosa-dosa yang terjadi diantara dua kali sembahyang itu. (HR. Albaihaqi).

Dalam kitab Azzawajir susunan Ahmad bin Hajar Alhaitami berkata : Tersebut dalam hadits : Siapa yang menjaga shalat lima waktu  maka Allah akan memulyakannnya dengan lima macam :
1.    Dihindarkan kesempitan hidup.
2.    Dihindarkan siksa kubur.
3.    Diberi kitab amalnya dengan tangan kanannya.
4.    Berjalan diatas shirat bagaikan kilat.
5.    Masuk surga tanpa hisab.

Dan siapa yang meremehkan (meninggalkan) shalat akan dihukum oleh Allah dengan lima belas siksa. Lima di dunia, dan tiga ketika mati, dan tiga di dalam kubur, dan tiga ketika keluar dari kubur.
Adapun yang di dunia ;
1.    Dicabut berkat umurnya.
2.    Dihapus tanda orang salih dari mukanya.
3.   Tiap amal yang dikerjakan tidak diberi pahala oleh Allah.
4.    Do'anya tidak dinaikkan kelangit.
5.   Tidak dapat bagian dari do'a orang-orang sholihin

Adapun hukuman yang terkena padanya ketika mati
1.    Matinya hina.
2.    Mati kelaparan.
3.    Mati haus, dan andaikan diberi air samudera dunia tidak akan puas, dan tetap haus

Adapun hukuman di dalam kubur :
1. Disempitkan kubur sehinuga hancur tulang-tulang rusuknya.
2. Dinyalakan api dalam kubur, maka ia bergelimpang dalam api, siang, malam.
3. Didatangkan padanya ular yang bernama syuja' yang buta matanya dari api (berapi) dan kukunya dari besi tiap kuku panjangnya perjalanan sehari, ia berkata pada si mayit ; " Aku syuja' al'aqra', sedang suaranya bagaikan petir yang menyambar, ia berkata : Allah telah menyuruhku memukul kamu karena meninggalkan shalat subuh hingga terbit matahari, dan memukul kamu karena meninggalkan shalat dhuhur hingga asar, dan memukul kamu karena meninggalkan shalat ashar hingga maghrib, dan memukulmu karena meninggalkan shalat maghrib hingga isya', dan memukulmu karena meninggalkan shalat isya' hingga shubuh, dan tiap ia memukul satu kali terbenamlah orang itu  kedalam tanah tujuh puluh hasta, maka ia selalu tersiksa dalam kubur hingga hari qiyamat.

Adapun hukuman yang menimpa padanya sesudah keluar dari kubur dihari qiyamat :

1.  Diberatkan hisabnya., 2.  Allah murka padanya, 3.  Masuk dalam neraka.
Di lain riwayat :  Maka ia akan menghadap qiyamat dan dimukanya ada tiga baris tulisan :
1. Hai orang yang mengabaikan hak Allah. 2. Hai orang yang mendapat murka. 3. Allah mengabaikan kamu sebagaimana kamu didunia mengabaikan hak Allah maka hari ini kamu putus dari rahmat Allah..
Diriwayatkan : Bahwa dalam jahannam ada lembah bernama lamlam yang berisi ular-ular, tiap-tiap ular setebal leher onta, panjangnya sejauh perjalanan sebulan, menggigit orang yang meninggalkan sembahyang, maka mendidihnya bisa racunnya dalam badan orang yang digigit selama tujuh puluh tahun kemudian hancur dagingnya.

Diriwayatkan : Bahwa seorang wanita Bani Isra'il datang kepada nabi Musa a.s. dan berkata : Ya nabiyallah saya telah berbuat dosa besar, dan kini saya akan tobat kepada Allah, maka do'akan untukku semoga Allah mengampunkan dosaku dan menerima tobatku. Njabi Musa a.s. tanya  : Apakah dosamu ? Jawabnya : Ya nabiyallah, saya telah berzina hingga mendapat anak dan telah aku bunuh anakku itu. Nabi Musa a.s. mendengar berita itu, langsung berkata : Enyahlah engkau dari smi hai pelacur jangan  membakar kami dengan apimu, jangan sarhpai ada api turun dari langit dan membakar kami karena sialmu, maka keluarlah wanita itu dengan hati yang hancur patah harapan. Maka turunlah Malaikat Jibril a.s. dan berkata :  Hai Musa, Tuhan berkata,padamu, mengapa kamu menolak orang yang datang untuk bertobat, hai Musa apakah tidak ada orang yang lebih jahat daripadanya.
Nabi Musa tanya pada Jibril : Siapa yang lebih jahat daripadanya ? Jawab Jibril : Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja.

Rasulullah s.a.w. bersabda : Siapa yang menjaga shalatnya maka ia akan mendapat nur (cahaya) dan bukti, dan selamat pada hari qiyamat, dan siapa yang teledor terhadap shalatnya, maka tidak mendapat nur penerangan, dan bukti dan tidak selamat, bahkan pada hari qiyamat ia akan berkumpul dengan Qarun, Fir'aun, Haman dan Ubay bin Khalaf.( H.R. Ahmad, Ibn Hibban).

Jabir r.a. berkata : Nabi s.a.w. bersabda : Yang membedakan Antara seorang dengan kufur hanya shalat, maka siapa meninggalkan shalat ia kafir. (H.R. Muslim. Abu Dawud, Attirmidzi, Ibn Majah, Annasa'i)
Dalam riwayat Attirmidzi : Antara kufur dengan iman itu hanya so'al meninggalkan shalat (Yang meninggalkan shalat kafir). Dalam riwayat Abu Dawud : Antara seorang hamba dengan kufur, hanya so'al meninggalkan shalat.

Buraidah r.a. berkata ; Nabi s.a.w. bersabda : Ikatan janji antara kami dengan mereka, sembahyang, maka siapa yang meninggalkannya ia kafir. (H.R. Ahmad, Attirmidzi, Annasa'i, Ibn Majah, Ibn Hibban Al Hakim).     
Dan sabda Nabi s.a.w. : Siapa yang meninggalkan shalat dengan sengaja,' maka ia kafir terang-terangan. (H.R. Atthabarani).

Sumber : Sarkub.com

21 Mei 2013

Dahsyatnya Kalimat Syahadat




Abu hurairah r.a. berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda Perbaharuilah iman kepercayaanmu. Ditanya : Bagaimana memperbaharui iman ya Rasulullah?
Jawab Nabi s.a.w : Perbanyakiah membaca : La ilaha illallah. (H.R. Ahmad, Al-hakim).

Usman bin Malik r.a. Nabi s.a.w. bersabda : "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan api neraka terhadap orang yang telah berkata : La ilaha illallah benar-benar mengharap keridhoan Allah (dengan ikhlas)."   (H.R. Bukhari Muslim)

Syaidina Ali r.a. berkata ; Nabi s.a.w. bersabda : Jibril a.s. berkata : Allah ta'ala berfirman : "La ilaha illallah itu sebagai bentengku, maka siapa yang masuk kedalaitinya aman dari siksaKu."  (H.R. Ibn Asakir).

Abud-Dardaa r.a. berkata ; Nabi s.a.w. bersabda ; " Tiada seorang yang membaca : la ilaha illallah seratus kali, melainkan akan dibangkitkan oleh Allah pada hari qiyamat dengan wajah yang bagaikan bulan purnama, dan tiada seorang yang berbuat amal lebih afdhal dari padanya pada hari itu kecuali yang membaca seperti itu atau melebihi dari itu."  (H.R. Atthabarani).

Ummi Hani' r.a. berkata : Nabi s.a.w. bersabda : "Kalimat La ilaha illallah itu tidak dapat dikejar oleh lain amal, dan tidak meninggalkan dosa (Ya'ni tidak ada amal yang lebih besar dari padanya, dan semua dosa dapat dihapus sehingga tidak ada sisanya)." (H.R. Ibn Majah).

Jabir r.a. berkata : Nabi s.a.w. bersabda : "Dzikir yang utama ialah La ilaha illallah, dan do'a yang utama ialah Alhamdulillah."  (H.R, Attirmidzi, Annasa'i).

Abu Said Al-khudri r.a. berkata : Nabi s.a.w. bersabda : Nabi Musa a.s. berdo'a : "Ya Rabbi ajarkan padaku sesuatu untuk berdzikir padaMu." Jawab Allah : Bacalah : La ilaha illallah. Musa berkata : Ya Rabbi semua orang membaca itu, dan aku ingin yang istimewa untukku. Jawab Allah : "Hai Musa andaikata tujuh lapisan langit dan penghuninya dan tujuh lapisan bumi diletakkan disebelah timbangan La ilaha iilallah, niscaya akan lebih berat kalimat : La ilaha iilallah melebihi dari semua itu."  (H.R. Annasa'i).

Abubakar r.a. berkata : Lazimkan selalu kalimat : Lailaha iilallah dan istighfar, perbanyaklah membaca keduanya, sebab Iblis berkata : Aku telah membinasakan manusia dengan dosa, dan mereka membinasakan aku dengan membaca La ilaha illallah dan istighfar, ketika demikian maka aku binasakan mereka dengan hawa nafsu, maka mereka mengira bahwa dirinya telah mendapat hidayat (dan benar).  (H.R. Abu Ya'la)

Abu hurairah r.a. berkata : Ketika Malakul-maut menghadiri seorang yang mati, maka ia menyelidiki semua anggautanya, dan tidak menemukan amal kebaikan, kemudian membelah hatinya juga tidak menemukan amal kebaikan, kemudian dibuka mulutnya, tiba-tiba menemukan lidah lekat pada bagian atgs mulut membaca : La ilaha illallah, maka diampunkan baginya karena ada kalimat ikhlas itu.   (H.R. Ibn Abi Dunia, dan Albaihaqi).

Mu'adz bin Jabal r.a. berkata : Nabi s.a.w. bersabda ; Siapa yang akhir perkataannya kalimat : La ilaha illallah pasti ia masuk surga  (H.R. Abu Dawud, Ahmad).

Semoga Allah yang maha murah dan pengasih mengakhiri kalimat kita didunia ini kalimat tauhid. La ilaha illallah, bukan kata – kata keji seperti bid'ah, sirik, kurofat, kafir dan sebagainya…Aamiin Yaa Robbal 'alamiin..

Kisah Hikayat :
Abu Zaid Alqurthubi berkata : Saya telah mendengar hadits yang menerangkan bahwa : Siapa yang membaca La ilaha illallah tujuh puluh ribu kali (= 70.000) maka akan menjadi tebusan dari api neraka, maka saya kerjakan itu karena mengharap berkat janji itu, juga saya kerjakan untuk keluargaku, juga saya telah berbuat Iain-Iain amal untuk tabunganku dihari qiyamat. Dan bertepatan ditempat kami bermalam seorang pemuda ahli kasyaf, bahkan adakalanya ia menerangkan kasyafnya mengenai surga dan neraka, dan orang-orang mengakui kelebihan pemuda itu, meskipun usianya masih muda, bahkan sayapun menaruh kepercayaan padanya, maka bertepatan kami diundang oleh kawan untuk makan minum dirumahnya dan pemuda itu juga bersama kami dalam undangan itu, tiba-tiba ia menjerit dengan sekuat suaranya, lalu ia berkata ; Ya ammi itu ibuku dalam api neraka, lalu ia menjerit kembali sekuat suaranya, dan ketika saya melihat keadaan itu timbul perasaan dalam hati, akan saya uji kebenarannya, maka saya baca : La ilaha illallah tujuh puluh ribu, dan tiada seorangpun yang mengetahui bahwa saya sedang membaca itu, kecuali Allah, dan saya percaya bahwa hadits itu benar, dan orang-orang yang meriwayatkan semuanya betul, lalu saya berdo'a : Allahumma inna hadzihissab 'Iina alfa fida'a hadzihil mar'ati umml hadzasysyaab. (Ya Allah ini bacaan yang tujuh puluh ribu sebagai penebus perempuan ibu dari pemuda ini) maka belum selesai perasaan dalam hatiku, tiba-tiba pemuda itu berkata : Ya ammi ibuku telah keluar dari api, Walhamdulillah
Kisah Hikayat ini maksudnya adalah bila ada keluarga yang telah meninggal dunia, maka dibacakanlah fida' syugro (kalimat لا اله الا الله ) maka akan menjadi tebusan dari api neraka. Bisa pula dibacakan dengan menggunakan batu 1400 batu  (misal mewakilkan 1 batu dibacakan 50 kalimat لا اله الا الله ), kemudian batu-batu tersebut diletakkan di atas makam. Semua ini dilakukan atas dasar Iman dan yakin bahwa bacaan-bacaan ini akan sampai pada ahli kubur

Sumber : Tim Sarkub.com
Referensi : Kitab Irsyadul 'Ibad Ilasabilirrasyad

20 Mei 2013

Tukang Sapu Masjid



JANGAN pernah merasa keci hati atau kecewa meskipun tidak mendapat keberuntungan (materi) dalam hidup di dunia. Ketidakberuntungan itu akan diganti dengan keberuntungan lain yang lebih menenteramkan dan berdimensi masa depan yang hakiki. Tak apalah saat ini kita tidak berkecukupan materi, tapi dalam kehidupan kelak yang lebih abadi, kita harus merebut kebahagiaan yang sesungguhnya. Tapi alangkah indahnya, kalau kita bisa meraih keduanya, kecukupan di dunia dan di akhirat seperti doa sapu jagat yang selalu kita ucapkan. Rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzabannar.

Suatu saat Rasulullah shallahu alaihi wa sallam dibuat kaget ketika datang ke masjid, karena tidak menjumpai seorang jamaah yang tidak pernah absen salat lima waktu berjamaah. Dia adalah seorang perempuan berkulit gelap yang tentu saja tidak rupawan, tapi dia selalu datang ke masjid pada waktu salat. Bukan itu saja, perempuan keling ini memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masjid. Setiap datang dia selalu membersihkan bagian-bagian masjid yang dianggap kotor. Menyapu masjid adalah aktivitas yang tidak pernah ditinggalkan, selain tentu saja salat jamaah lima waktu.

Rasulullah hafal betul dengan keberadaan perempuan ini sehingga ketika dia tidak kelihatan beliau menanyakannya. Kali ini beliau bertanya karena perempuan itu sudah beberapa hari tidak kelihatan di masjid. Ketika hal itu ditanyakan kepada para sahabat, mereka mengatakan mengapa menanyakan perempuan yang dianggap tidak penting itu. Mereka mengatakan, perempuan itu sudah meninggal dunia beberapa hari yang lalu.

Mendengar kabar itu, Kanjeng Nabi merasa kaget dan sedikit marah, mengapa kabar itu tidak disampaikan kepada beliau. Para sahabat itu mengatakan, apa pentingnya menyampaikan kabar kematian seorang perempuan biasa kepada Rasulullah. Perempuan itu dianggap tidak penting dalam komunitas mereka, mungkin karena datang dari suku yang berbeda dan kedudukan yang rendah. Kulitnya kelam dan bukan dari golongan elit. Maka ketika dia meninggal dunia, para sahabat menganggap Rasulullah tidak perlu diberi tahu, karena memang dia bukan orang penting, bukan golongan elit Arab.

Mendengar penjelasan itu Rasulullah minta diantar ke kuburan perempuan tersebut. Di makam perempuan tersebut Rasulullah salat dan mendoakan perempuan tersebut. Dalam sebuah riwayat disebutkan perempuan tersebut masuk surga karena doa Rasulullah. Meski di dunia perempuan itu orang biasa, bahkan saking biasanya sampai tidak orang yang peduli padanya. Tapi Rasulullah punya pandangan lain, dengan statusnya yang biasa itulah yang membuat perempuan itu luar biasa. Dia selalu datang ke masjid untuk salat wajib berjamaah. Waktunya banyak digunakan untuk membersihkan rumah Allah itu.

Rasulullah ingin memberi pelajaran bahwa kasta atau derajad di dunia sama sekali bukan jaminan akan mendapat kedudukan yang sama di akhirat. Orang miskin ahli ibadah dan memiliki kegemaran menjaga dan membersihkan rumah Allah dia akan dimasukkan ke surganya Allah. Doa Rasulullah menjadi jaminan, karena doanya maqbul, pasti dikabulkan oleh Allah. Betapa beruntungnya perempuan itu, meskipun saat di dunia dia bisa jadi tidak dianggap bahkan diremehkan orang lain.

Ketika usai hisab, Rasulullah berdiri di dekat pintu surga, beliau melihat orang berbondong-bondong masuk ke surga. Hal itu ditanyakan kepada malaikat, siapakah mereka. Dijawab, mereka adalah orang-orang fuqara, orang miskin ahli ibadah yang tidak butuh waktu lama untuk menghisab, karena hartanya tidak ada. Ini berbeda dengan orang kaya yang masih harus menunggu waktu yang lama kaya yang butuh waktu sangat lama untuk menghisab hartanya.  Tentu butuh waktu yang sangat lama untuk menghitung harta Carlos Slim, orang terkaya di dunia yang hartanya mencapai Rp 649,7 triliun, atau bos Microsoft Bill Gates yang punya Rp 491,7 triliun. Tapi Abdurrahman bin Auf, miliarder pada masa Rasulullah masuk surga bersama-sama Rasulullah. (***)

Another Templates

-::DESCRIPTION
-::DATE
 

Copyright © 2013 Ormas Pemuda Islam